My New Journey of Life

Aksi Anarkis Mahasiswa Nommensen Medan

January 31, 2008 · 14 Comments

Baru saja membaca beberapa berita di detik mengenai aksi anarkis beberapa mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan. Sedih rasanya melihat tingkah laku orang-orang yang tergolong kaum intelektual (mahasiswa) seperti ini. Mereka sampai merusak sarana perkuliahan (gedung kampus) karena beberapa teman mereka dikeluarkan atau diskors dari kampus. Solidaritas antar teman memang baik, tapi kalau solidaritas itu sampai mengarah ke tindakan anarkis buat membela teman, lebih baik jika tidak ada solidaritas antar teman itu. Gw yakin, pihak rektorat Nommensen tidak mengeluarkan keputusan itu tanpa pertimbangan yang matang. Jika memang pantas untuk dihukum, sebaiknya menerima hukuman itu dengan hati terbuka. Jika ternyata tuduhan yang dituduhkan salah, mengapa harus sampai ke tindakan anarkis seperti ini? Bukankah mahasiswa sebagai kaum intelektual harusnya bisa berpikir lebih jernih? Untuk apa aksi kekerasan seperti ini yang hanya bisa merusak dan tidak akan menyelesaikan masalah (malah memperkeruh keadaan)? Apalagi ini terjadi di Universitas HKBP, yang adalah Universitas Kristen. Bukankah dalam Alkitab sudah tertulis untuk tidak menggunakan kekerasan?

Matius 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Matius 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Categories: Journey With Christ · Miscellaneous · Uneg2

14 responses so far ↓

  • Charles // February 1, 2008 at 8:26 am | Reply

    Sungguh memprihatinkan… Mungkin mereka terbawa emosi sehingga tidak dapat berpikir jernih. Sangat disayangkan tindakan ini dilakukan oleh calon penerus bangsa ini nantinya. Semoga bisa diambil jalan damai, dan semoga kita juga bisa lebih mengendalikan diri. Amin.

    ~Untung di UI ga ada yang gitu ya… Iya kan? Jgn sampe ada deh…

  • anthonysteven // February 25, 2008 at 1:24 am | Reply

    Memang, budaya berpikir kritis dan intelektual harus dibudidayakan lagi.

    ~dikitDikitKekerasanKapanMajunya

  • David Munthe // May 9, 2008 at 2:51 am | Reply

    Saya sedih mendengar kejadian itu karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya dan yang paling penting adalah komunikasi yang dua arah supaya tidak terjadi kesalahpahaman apalagi kekerasan

  • kbs // June 21, 2008 at 6:59 pm | Reply

    emang rektornya aja yang
    memimpin ampuz dengan meniadakan
    azas demokrasi terpinpin.
    yang ada hanya,memimin dengan ’suka2′
    hancurlah kampus nya,,

  • kbs // June 21, 2008 at 7:06 pm | Reply

    sungguh disayang kan nasib yang
    menimpa ke 8 teman kami hingga
    masuk kedalam penjara,dan ditahan
    4 bulan……..
    inilah korban2 dari kekejaman para “orang tua”
    kami di kampuz kami tercinta…
    khusus nya Ir.Jongkerz.tampubolon.
    dimana pada saat pengadilan ke 8 teman kami
    para saksi sangat berbelit2 dalam
    memberikan kesaksian
    diamana PR3(pembantu Rektor 3)
    yang seharusnya menmela kami malah berkiblat memebela yang lain….
    entah mengaopa ini semua bisa terjadi…
    apakah hany uang semata????
    wahai para pembaca kiranya TYME tidak menutup matanya atas peristiwa di kampuz kami ini,,,,,

  • kbs // June 21, 2008 at 7:09 pm | Reply

    sampai kapan kami harus tetap bertahan,hidup di kepemimpinan seseorang yg sangat kejam dan berhati iblis????
    saya harap Tuhan mau mendengar setiap doa umatnya yg sedang dilanda bencana yg mengerikan ini,,,
    Amien

  • Refly Hadiwijaya // June 26, 2008 at 1:24 pm | Reply

    @kbs
    kayaknya anak nommensen ya…!?
    Gw emang ga tau detail kejadian yang sebenarnya gimana, tapi menurut gw tindakan kekerasan sampai merusak sarana umum itu bukanlah tindakan yang bijaksana dan tidak seharusnya dilakukan, apalagi oleh mahasiswa.

  • Rudi Sitorus // September 11, 2008 at 4:44 am | Reply

    BURJU-BURJU HAMU ANAK NOMMENSEN,SUSAH DAPAT KERJA.OTAKLAH DIASAH BUKAN OTOT.

  • daniel // September 22, 2008 at 2:36 pm | Reply

    Teruskan perjuangan mu kawan…

  • sony m4n // February 11, 2009 at 11:18 pm | Reply

    mungkin kita harus berpikir juga apa penyebabny
    mungkin ada faktor lain makanya masiswa tersebut buat demikian

  • uli // March 28, 2009 at 2:14 pm | Reply

    kosong
    kosong

  • uli // March 28, 2009 at 2:20 pm | Reply

    NOMENSEN IS THE BEST, AMBIL SISI POSITIF AZ AAS SEMUA KEJADIAN INI

    PRODEO ET PATRIA

  • tika // April 21, 2009 at 12:31 pm | Reply

    oo…tahE!!

    NTaH napalH TRUz RUSUh…

    hrusny gaG ada yg namanyA RUSUh- rusuH.

    mwNya MIMPIn kampuS DG BERtinDAk demokratis LAGh.

    BWt maHAsiSWa UHn… maRI kiTa jaGA namA BAIk ALMAMATER kiTA.

    oKEhh!!!

  • Irpan Darsono Purba // June 17, 2009 at 9:52 am | Reply

    Berikanlah yang terbaik buat kampus kita \”Nommensen\” jangan sampai citra kampus kita rusak dimata dunia

Leave a Comment