Baru saja membaca beberapa berita di detik mengenai aksi anarkis beberapa mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan. Sedih rasanya melihat tingkah laku orang-orang yang tergolong kaum intelektual (mahasiswa) seperti ini. Mereka sampai merusak sarana perkuliahan (gedung kampus) karena beberapa teman mereka dikeluarkan atau diskors dari kampus. Solidaritas antar teman memang baik, tapi kalau solidaritas itu sampai mengarah ke tindakan anarkis buat membela teman, lebih baik jika tidak ada solidaritas antar teman itu. Gw yakin, pihak rektorat Nommensen tidak mengeluarkan keputusan itu tanpa pertimbangan yang matang. Jika memang pantas untuk dihukum, sebaiknya menerima hukuman itu dengan hati terbuka. Jika ternyata tuduhan yang dituduhkan salah, mengapa harus sampai ke tindakan anarkis seperti ini? Bukankah mahasiswa sebagai kaum intelektual harusnya bisa berpikir lebih jernih? Untuk apa aksi kekerasan seperti ini yang hanya bisa merusak dan tidak akan menyelesaikan masalah (malah memperkeruh keadaan)? Apalagi ini terjadi di Universitas HKBP, yang adalah Universitas Kristen. Bukankah dalam Alkitab sudah tertulis untuk tidak menggunakan kekerasan?
Matius 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
Matius 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Categories: Journey With Christ · Miscellaneous · Uneg2
January 22, 2008 · 1 Comment
Setelah menghabiskan 3 minggu lebih liburan di kampung halaman tercinta (Manado), akhirnya tgl 19 gw kembali ke Depok. Gw jadi pengen bikin catatan liburan, seperti di sekolah dulu dimana tiap selesai liburan diminta menulis pengalaman selama liburan.
Tanggal 25 Desember 2007 gw berangkat dari Jakarta menuju Manado. Ya, tanggal 25 Desember, jarang kan bisa natalan di udara
. Tidak banyak yang berubah dari keluarga gw, apalagi adik gw yang masih tetap gemuk seperti biasa :D Tidak banyak juga yang dilakukan, seperti biasa keluarga dan saudara-saudara gw berkumpul di rumah tante merayakan natal bersama. Saat tahun baru juga (1 Januari) masih melakukan hal yang sama. Berkumpul bareng keluarga dan saudara buat merayakan tahun baru sambil makan-makan berbagai makanan yang sudah setahun tidak gw cicipi.
2 Januari gw, mama dan saudara-saudara gw ke Bunaken. Bukan taman lautnya, tapi pergi ke makam opa dan oma gw untuk mendekorasi makam ( maksudnya, naruh bunga di makam
). Sudah sangat lama gw ga pernah ke Bunaken lagi. Dulu, waktu kecil gw masih sering ke Bunaken saat liburan sekolah, karena opa dan oma gw tinggal di sana. Untunglah saat perjalanan pergi dan pulang cuacanya bagus, sehingga lautannya lumayan tenang. Sudah sangat lama gw tidak melihat bagaimana pemandangan di tengah lautan. Mungkin karena dulu masih kecil, dan sering melakukan perjalanan ke Bunaken gw ga sadar bahwa ternyata pemandangan dari tengah lautan itu sangat indah. Membuat gw berucap dalam hati how great Thou art. Senang juga, bisa ketemu dengan sepupu-sepupu gw yang masih kecil dan keponakan gw yang juga masih kecil-kecil. Oya, di Bunaken lagi-lagi ada acara makan-makan, dan kembali gw bisa mencicipi berbagai makanan yang tidak pernah gw cicipi selama setahun tinggal di Depok. Apalagi ikannya yang masih segar hmmm…….
Selain itu, tidak banyak kegiatan yang gw lakukan lagi. Kegiatan gw banyak diisi dengan bersantai di rumah atau sekali2 berkumpul dengan teman-teman lama. Oya, selain mengunjungi Bunaken gw juga sempat jalan-jalan ke daerah pegunungan. Di sini gw kembali berucap dalam hati how great Thou art saat melihat pemandangan dari daerah pegunungan itu. Sayangnya, saat ke pegunungan disertai dengan hujan. Setelah melihat pemandangan dan foto-foto akhirnya makan lagi di rumah makan di atas danau.
Itulah pengalaman liburan gw. Tidak banyak yang dilakukan, dan liburan ini memang banyak diisi dengan kegiatan makan-makan. Selera makan gw jadi bertambah jika lagi di Manado.
Categories: Miscellaneous